Ilustrasi dalam Perkembangan Anak dan Bagaimana Ilustrasi Mengubah Pandangan Anak

Ilustrasi dalam Perkembangan Anak dan Bagaimana Ilustrasi Mengubah Pandangan Anak

Pendahuluan
   Sejak awal saya memang sudah menunjukkan ketertarikan dan membahas topik ini "ilustrasi dan anak". Saya sangat tertarik pada ilustrasi. Alasannya, karena bagi saya ilustrasi merupakan dunia yang menarik untuk dijelajahi sekaligus ditekuni. Dengan berjuta-juta gaya gambar dan palet warnanya, dan juga bagaimana kecocokan dengan pembuatnya (ilustrator). Maksudnya, kebanyakan suatu gaya gambar memiliki vibes yang sama dengan pembuatnya, seolah-olah sang pembuat hidup dalam karyanya. Hal ini menjadi daya tarik bagi saya terhadap ilustrasi.

   Kenapa tertarik dengan pandangan anak? Karena penasaran. Selama ini saya hanya tahu pandangan orang dewasa atau yang seumuran saja. "Sebenarnya Bagaimana sih pandangan mereka terhadap dunia? terhadap lingkungan sekitar? hal apa yang dapat berpengaruh terhadap pemikiran serta pandangan mereka?". Setelah saya cari tahu, ilustrasi menjadi salah satu yang berpengaruh. Maka dari itu, saya tertarik untuk menganalisisnya.

Pengertian ilustrasi
   Ilustrasi adalah sebuah Citra yang dibentuk untuk memperjelas sebuah informasi dengan memberi representasi secara visual. Esensi dari ilustrasi adalah pemikiran; ide dan konsep yang melandasi apa yang ingin dikomunikasikan gambar. Menghidupkan atau memberi bentuk visual dari sebuah tulisan adalah peran dari ilustrator. Mengombinasikan pemikiran analitik dan kemampuan praktis untuk membuat sebuah bentuk visual yang mempunyai pesan. Sejarah ilustrasi tidak bisa lepas dari dunia buku, di mana fungsi awal ilustrasi sebagai penjelas atau pendamping sebuah tulisan.
   Dalam buku Exploring Illustration dikatakan bahwa ilustrasi adalah seni yang menyertai proses produksi atau pembuatan sebuah gambar, foto, atau diagram, bentuknya bisa berupa naskah tercetak, terucap. Atau dalam bentuk elektronik. Masih menurut Fleishman, dikatakan bahwa ilustrasi mampu menjelaskan maksud. Bentuknya dapat berupa karya fotografis, atau mungkin gambar realistis. Bentuk yang dipakai tersebut sesuai dengan kebutuhan, namun intinya adalah bisa menciptakan gaya, sebuah bentuk metamorfosis, ataupun menerjemahkan suatu objek dari sisi yang bersifat emosional dan fisik. Utamanya, ilustrasi tersebut mampu mempengaruhi bahkan hingga memprovokasi penontonnya.

Definisi Anak-Anak
   Menurut R.A. Kosnan "Anak-anak yaitu manusia muda dalam umur muda dalam jiwa dan perjalanan hidupnya karena mudah terpengaruh untuk keadaan sekitarnya". Hal ini membuktikan bahwa suatu di sekitarnya sangat berpengaruh dalam pemikiran para anak. Maka, dari segi bibit, bebet, bobot "suatu" di sekitarnya harus diperhatikan demi masa depan setiap anak dan "suatu" yang akan saya bahas kali ini adalah ilustrasi. 
   Anak menurut Psikologi adalah individu yang berada dalam tahap perkembangan dan pertumbuhan, biasanya dari kelahiran hingga mencapai usia 18 tahun. Psikologi mengkaji anak sebagai subjek yang memiliki keunikan dalam cara berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan lingkungannya. Psikologi perkembangan anak juga menekankan pentingnya pengaruh lingkungan, keluarga, dan faktor genetik dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Lagi-lagi menerangkan bahwa lingkungan sekitar anak sangat penting dalam perkembangan seorang anak. 


Metode Penelitian
   Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang luas dalam menggunakan data-data penelitian. Maksudnya adalah penelitian tersebut lebih fokus dari awal sampai dengan akhir penelitian (Hidayat, 2010). Narbuko & Ahmadi (2015) mengatakan, penelitian deskriptif ialah suatu penelitian yang berusaha menjawab permasalahan yang ada berdasarkan data-data. Proses analisis dalam penelitian deskriptif yaitu, menyajikan, menganalisis, dan menginterpretasikan.


Tujuan
   Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab rasa penasaran saya terhadap pengaruh ilustrasi pada anak dan juga bertujuan untuk memberitahu kepada para pembaca tentang kesinambungan antara ilustrasi dengan anak.


Hasil dan Pembahasan
   Pada penelitian blog sebelumnya, saya sempat membuat kuesioner yang isinya seputar penting atau tidaknya suatu ilustrasi dalam menumbuhkan minat baca pada anak. Rata-rata responden mengatakan bahwa, visual yang ditampilkan oleh ilustrasi akan menarik serta akan mengurangi kejenuhan dari banyaknya teks yang terpampang. Ilustrasi dapat memunculkan kesepakatan agar anak menjadi senang membaca buku. Dengan adanya ilustrasi pada media pembelajaran anak, anak akan lebih tertarik untuk belajar. Gambar lebih bermakna dan ada relevansinya dengan kehidupan anak. Hal ini juga dapat memunculkan kebiasaan yang baik pada anak. Ilustrasi dapat menjadi jembatan bagi anak menuju pendidikan yang lebih lanjut. Hal ini dikuatkan pada pernyataan "seseorang lebih tertarik pada praktik daripada teori", pernyataan ini dimaksudkan pada ketertarikan seseorang pada suatu yang lebih memiliki variasi dalamnya. Misal, pada buku kebanyakan orang akan lebih tertarik jika cover yang menarik atau jika didalamnya terdapat ilustrasi.
   Ilustrasi juga memegang peranan penting dalam pemilihan bacaan untuk anak. Ilustrasi yang menarik akan merangsang anak untuk membaca bacaan dan berimajinasi tentang suatu peristiwa dalam cerita. Ilustrasi sangat membantu dalam pengembangan kreativitas seorang anak. Seorang anak pastinya belum terlalu mengenal banyak bentuk atau suatu elemen di dunia. Peranan ilustrasi di sini adalah sebagai alat pengenal bagi anak. Yang nantinya, jika mereka (Anak-anak) akan bertemu dengan wujud aslinya, tidak akan aneh ataupun takut, tapi akan muncul pikiran "oh... Jadi aslinya seperti ini". Apalagi, pengenalan ini yang biasanya diajarkan di awal oleh para orang tua anak. Jika sang anak sudah dikenakan melalui ilustrasi, maka pola pikir akan mulai terbentuk. Pola pikir dapat memengaruhi emosi seorang anak. Inilah yang menjadikan bahwa harus hati-hati dalam memilih ilustrasi bagai anak. Sesuaikanlah gaya gambar dengan umur anak. Anak-anak cenderung lebih suka gaya gambar yang sederhana dan terdapat kesan lucu di dalamnya. Gaya gambar ini lebih mudah diingat anak dan lebih menarik perhatian seorang anak. Ilustrasi yang baik harus sesuai dengan tingkatan bacaan anak, misalnya pada bacaan anak usia dini terdapat ilustrasi yang banyak, menggambarkan tokoh-tokoh atau peristiwa dengan jelas, berwarna-warni, dan menarik. Sedangkan, bacaan anak untuk usia lebih dewasa, gambar ilustrasi mulai berkurang dan tidak terlalu besar dan mencolok.
   Lalita, Riama, dan Nedina pada jurnalnya menuliskan bahwa kesesuaian gambar ilustrasi dengan peristiwa atau kejadian yang disajikan dalam buku untuk anak merupakan hal yang urgen. Buku dengan kesesuaian konteks dan ilustrasi yang memadai akan mempengaruhi proses dan pola pikir anak usia dini melalui alam bawah sadar. Ahli lain mengemukakan bahwa setiap anak-anak akan membeli buku, yang dilihat terlebih dahulu adalah ilustrasi (Shulevitz, 1985).
   Pada artikel eduplus memaparkan bahwa, buku cerita bergambar memiliki peran dalam pengembangan pola pikir anak. Pola pikir anak dapat dilatih agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas. Ada banyak pengalaman yang tidak dapat dirasakan langsung oleh anak dalam kehidupannya. Melalui buku cerita bergambar, anak dapat membayangkan. Orang dewasa harus mengingat bahwa dunia anak adalah dunia yang penuh imajinasi. Para orang dewasa dapat melakukan diskusi dengan anak berkaitan dengan cerita yang sudah dibaca. Kebiasaan seperti ini dapat melatih anak untuk berpikir kritis dan menyampaikan pendapatnya kepada orang lain. Para orang dewasa juga dapat menyampaikan pendapatnya dengan bahasa yang sederhana. Nantinya, anak juga akan belajar untuk mendengarkan orang lain berbicara. Dan diharapkan kebiasaan ini berlanjut sampai nanti anak-anak itu dewasa, mereka akan menjadi pribadi yang menyenangkan, pribadi yang senang dan mau mendengarkan pendapat atau sudut pandang orang lain, bukan pribadi yang tidak mau mendengarkan orang lain, dengan kata lain, hanya senang didengarkan saja.
   ilustrasi pada buku juga dapat membantu anak memahami konteks bacaan dan memperkaya pengetahuan berbahasanya dengan membacakan cerita bergambar. Aktivitas membaca yang didukung dengan adanya gambar penjelas akan memudahkan anak dalam mengingat dan memahami makna kata-kata dalam satu kalimat. Kekayaan kosakata yang dimiliki anak akan memberikan kemudahan bagi dirinya dalam mengekspresikan perasaan dan pemikirannya kepada orang lain dengan jelas. Cerita bergambar juga banyak yang mengangkat tema tentang nilai-nilai positif. Nilai-nilai positif penting untuk diajarkan kepada anak agar kelak menjadi pribadi yang berbudi baik. Namun, manfaat dari cerita bergambar tidak akan didapatkan hasilnya secara maksimal jika anak membacanya seorang diri. Perlu ada pendampingan dari orang dewasa yang menjadi teman belajar anak.

Kesimpulan
   Ilustrasi dalam pandangan anak merupakan suatu hal yang ajaib, ilustrasi dapat membantu dalam merangsang imajinasi anak, yang nantinya ibu jelasin ini dapat membantu dalam pengembangan kreativitas anak. Memang ilustrasi ini menjadi salah satu pondasi yang cukup penting dalam keikutsertaan perkembangan anak. Ilustrasi dapat menjadi jembatan untuk mempelajari hal baru. Ilustrasi di sini berperan sebagai pemantik ketertarikan pada hal baru. Yang nantinya, rasa penasaran tersebut bukan hanya sekedar rasa penasaran saja namun, benar-benar akan tertarik hingga ingin menekuninya lebih dalam. Bahkan, hingga sekarang pun ilustrasi masih menjadi pemantik sebagai penarik pada hal baru. " Untukku yang sudah terbilang dewasa saja masih tertarik pada ilustrasi, apalagi anak-anak" pikirku.

   Maka, ilustrasi dapat dijadikan salah satu solusi untuk para orang tua yang bingung ingin mengajari anaknya mulai dari mana. Namun, sebisa mungkin ilustrasi yang akan diperlihatkan bahwa dari gadget agar menghindari paparan radiasi dan agar anak tidak terdistraksi oleh aplikasi lain yang ada di dalam gadget. Sangat disarankan memberi ilustrasi kepada anak melalui buku, yang diharapkan juga agar anak mulai tertarik pada buku. Dapat juga para orang dewasa membuat kegiatan belajar yang melibatkan orang dewasa didalamnya. Misalnya membuat gambar bersama, menyelesaikan puzzle bersama, membuat kuis kecil-kecilan setelah sang anak membaca buku cerita bergambar ya. Kegiatan belajar yang melibatkan kerjasama antara orang tua dan anak dapat dimanfaatkan sebagai pendekatan diri kepada anak.



Daftar pustaka

Buku

Indria Maharsi. 2016. Ilustrasi. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Jurnal

Lalita, Riama, Nedina. 2017. Kesesuaian Konteks dan Ilustrasi pada Buku Bergambar Anak Untuk Mendidik Karakter Anak Usia Dini. UNY Journal

Hanny Luvytasari. 2015. Pengembangan Moral dan Peran Ilustrasi dalam Bacaan Anak Karya Walt Disney. UMS Journal

Joneta Witabora. 2012. Peran dan Perkembangan Ilustrasi. BINUS Journal

BAB II, Tinjauan Pustaka. Pengertian Anak Dalam Peraturan Perundang-Undangan. UNPATTI Journal

Web

Eduplus Indonesia. 22 April 2021. Manfaat Cerita Bergambar Untuk Mengembangkan Pola Pikir Anak. Diakses dari https://www.eduplus.asia/artikel-parenting/manfaat-cerita-bergambar-pola-pikir/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereview 20 jurnal

Buku Pop Up Dalam Media Pembelajaran Anak